Tagged: Bencana Alam Akibat Aktivitas Manusia

Bencana Alam Akibat Aktivitas Manusia (Tugas PLH)

Bencana alam merupakan salah satu peristiwa paling membahayakan dan mematikan yang dapat menimpa hidup manusia, dan lebih parahnya lagi bencana alam tidak selalu dapat diprediksi. Bencana alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar, wabah penyakit dan kelaparan. Bencana alam akan meninggalkan dampak dan kenangan yang sangat buruk bagi manusia yang mengalaminya. Setelah bencana terjadi korban akan menemukan tempat tinggalnya yang sudah rusak dan hancur, harta benda yang telah hilang, dan anggota keluarga yang terluka atau bahkan meninggal dunia. Ironisnya, beberapa dari bencana alam tersebut justru disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri; manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Banjir, longsor dan peristiwa Lumpur Lapindo sekarang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Faktor penyebab ketiga bencana alam tersebut juga lebih didominasi oleh aktivitas-aktivitas manusia. Berikut beberapa aktivitas manusia yang menjadi penyebab terjadinya bencana alam:

  • Kebakaran hutan diakibat dua faktor selain alam dikareanakan oleh kemarau panjang yang memicu kebakaran alam. Kebakaran hutan juga disebabkan ulah manusia yang melakukan aktivitas seperti pembukaan lahan dengan membakar hutan pada akhirnya terjadi polusi udara akibat kabut asap yang ditimbulkan sehingga banyak spesies binatang dan tumbuhan musnah.
  • Penggundulan hutan ini adalah akibat manusia yang melakukan aktivitas penebangan hutan secara liar tanpa izin atau illegal dengan tanpa melakukan reboisasi kembali pada hutan tersebut.
  • Penambangan adalah aktivitas manusia dalam menggali material alam yang berharga seperti bahan tambang besi,timah,emas dll. Penambangan secara liar tanpa perlakuan bijak akan memicu kerusakan alam juga.
  • Limbah industri adalah hasil pengolahan pabrik yang tidak berguna. Limbah ini merupakan pemicu juga dalam kerusakan alam karena limbah itu berupa racun yang akan memusnahkan hewan,tumbuhan dan manusia juga. Dan dipastikan keseimbangan alam juga terganggu.
  • Radiasi Nuklir adalah peristiwa pencemaran alam akibat meledak dan pecahnya partikel-partikel dari nuklir dari penyimpannya.
  • Gas buang hasil pembakaran manusia yang menyebabkan kerusakan lapisan atmosfer (global warming). Kerusakan lapisan tersebut lalu berdampak pada peningkatan jenis dan intensitas terjadinya topan dan badai serta anomali iklim global.
  • Pembangunan perumahan di lereng gunung tanpa mempertimbangkan kondisi, kemiringan dan kekuatan tanah.

(Sumber ‘Aktivitas Penyebab Bencana Alam’ di atas: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2192498-apakah-faktor-faktor-penyebab-kerusakan/#ixzz26M9MgYo9)

Setelah terjadinya sebuah bencana di suatu daerah, pemerintah dan masyarakat sekitar akan segera memberikan berbagai macam pertolongan untuk menangani dampak bencana yang dialami para korban. Salah satu lembaga/organisasi yang sering terjun ke lapangan pasca bencana adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Palang Merah Indonesia. Berikut beberapa cara penanganan untuk mengatasi bencana alam yang biasa dilakukan guna membantu para korban:

  • Menyelamatkan para korban yang terjebak di rumahnya atau tertindih barang-barang berat.
  • Mencari korban tewas.
  • Menyiapkan posko evakuasi bencana.
  • Membangun tempat tinggal sementara yang layak untuk para korban.
  • Merawat dan menyembuhkan penyakit atau luka korban.
  • Memberikan bantuan berupa makanan , pakaian dan obat-obatan.
  • Mengidentifikasi para korban.
  • Membersihkan puing-puing bangunan dan harta benda yang telah rusak.
  • Membangun tempat tinggal baru untuk para warga yang sama sekali tidak memiliki rumah untuk ditinggali

Dibawah ini merupakan beberapa gambar bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan dunia, beserta dampak-dampaknya:

  

 

 

  

  

  

  

Dari gambar di atas, kita bisa membayangkan bagaimana suasana dan dampak suatu bencana alam. Pastinya tidak ada manusia yang ingin mengalami peristiwa alam yang sangat berbahaya seperti contoh-contoh di atas. Berikut beberapa upaya pencegahan bencana alam:

  • Membersihkan saluran air dari sampah secara rutin.
  • Mengeruk sungai-sungai dari endapan-endapan untuk menambah daya tampung air.
  • Membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistem-sistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang berlebihan terhadap sungai.
  • Tidak mendirikan bangunan pada wilayah (area) yang menjadi daerah lokasi penyerapan air.
  • Tidak menebangi pohon-pohon di hutan, karena hutan yang gundul akan sulit menyerap air, sehingga jika terjadi hujan lebat secara terus menerus air tidak dapat diserap secara langsung oleh tanah bahkan akan menggerus tanah, hal ini pula dapat menyebabkan tanah longsor.
  • Membuat tembok-tembok penahan dan tanggul-tanggul di sepanjang sungai, tembok-tembok laut di sepanjang pantai-pantai dapat menjaga tingkat ketinggian air agar tidak masuk ke dalam daratan.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Jangan membuang puntung rokok, kaleng gas, atau benda yang mudah terbakar lainnya di hutan.
  • Perhatikan  dan ketahui secara detail kondisi wilayah yang akan kita gali atau bangun sesuatu diatasnya. Jangan memaksa jika pada akhirnya hanya akan memperparah keadaan lingkungan dan menimbulkan bencana.

(Sumber ‘Pencegahan Bencana Alam’ di atas: http://ekookdamezs.blogspot.com/2012/04/makalah-bencana-alam.html )

Tentunya kita tidak ingin bencana-bencana alam seperti ini terjadi lagi, dan kita tidak bisa memutar balik waktu untuk mencegah bencana-bencana tersebut karena baru mengetahui dampak buruknya sekarang. Pada akhirnya, rawat dan peliharalah alam dengan baik, dan sebagai balasannya alam pun juga akan memberikan manfaatnya kepada kita.

(Sumber Tambahan : www.id.wikipedia.org)