Bencana Alam Akibat Aktivitas Manusia (Tugas PLH)

Bencana alam merupakan salah satu peristiwa paling membahayakan dan mematikan yang dapat menimpa hidup manusia, dan lebih parahnya lagi bencana alam tidak selalu dapat diprediksi. Bencana alam dapat berupa banjir, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, badai salju, kekeringan, hujan es, gelombang panas, hurikan, badai tropis, taifun, tornado, kebakaran liar, wabah penyakit dan kelaparan. Bencana alam akan meninggalkan dampak dan kenangan yang sangat buruk bagi manusia yang mengalaminya. Setelah bencana terjadi korban akan menemukan tempat tinggalnya yang sudah rusak dan hancur, harta benda yang telah hilang, dan anggota keluarga yang terluka atau bahkan meninggal dunia. Ironisnya, beberapa dari bencana alam tersebut justru disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri; manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Banjir, longsor dan peristiwa Lumpur Lapindo sekarang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Faktor penyebab ketiga bencana alam tersebut juga lebih didominasi oleh aktivitas-aktivitas manusia. Berikut beberapa aktivitas manusia yang menjadi penyebab terjadinya bencana alam:

  • Kebakaran hutan diakibat dua faktor selain alam dikareanakan oleh kemarau panjang yang memicu kebakaran alam. Kebakaran hutan juga disebabkan ulah manusia yang melakukan aktivitas seperti pembukaan lahan dengan membakar hutan pada akhirnya terjadi polusi udara akibat kabut asap yang ditimbulkan sehingga banyak spesies binatang dan tumbuhan musnah.
  • Penggundulan hutan ini adalah akibat manusia yang melakukan aktivitas penebangan hutan secara liar tanpa izin atau illegal dengan tanpa melakukan reboisasi kembali pada hutan tersebut.
  • Penambangan adalah aktivitas manusia dalam menggali material alam yang berharga seperti bahan tambang besi,timah,emas dll. Penambangan secara liar tanpa perlakuan bijak akan memicu kerusakan alam juga.
  • Limbah industri adalah hasil pengolahan pabrik yang tidak berguna. Limbah ini merupakan pemicu juga dalam kerusakan alam karena limbah itu berupa racun yang akan memusnahkan hewan,tumbuhan dan manusia juga. Dan dipastikan keseimbangan alam juga terganggu.
  • Radiasi Nuklir adalah peristiwa pencemaran alam akibat meledak dan pecahnya partikel-partikel dari nuklir dari penyimpannya.
  • Gas buang hasil pembakaran manusia yang menyebabkan kerusakan lapisan atmosfer (global warming). Kerusakan lapisan tersebut lalu berdampak pada peningkatan jenis dan intensitas terjadinya topan dan badai serta anomali iklim global.
  • Pembangunan perumahan di lereng gunung tanpa mempertimbangkan kondisi, kemiringan dan kekuatan tanah.

(Sumber ‘Aktivitas Penyebab Bencana Alam’ di atas: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2192498-apakah-faktor-faktor-penyebab-kerusakan/#ixzz26M9MgYo9)

Setelah terjadinya sebuah bencana di suatu daerah, pemerintah dan masyarakat sekitar akan segera memberikan berbagai macam pertolongan untuk menangani dampak bencana yang dialami para korban. Salah satu lembaga/organisasi yang sering terjun ke lapangan pasca bencana adalah Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Palang Merah Indonesia. Berikut beberapa cara penanganan untuk mengatasi bencana alam yang biasa dilakukan guna membantu para korban:

  • Menyelamatkan para korban yang terjebak di rumahnya atau tertindih barang-barang berat.
  • Mencari korban tewas.
  • Menyiapkan posko evakuasi bencana.
  • Membangun tempat tinggal sementara yang layak untuk para korban.
  • Merawat dan menyembuhkan penyakit atau luka korban.
  • Memberikan bantuan berupa makanan , pakaian dan obat-obatan.
  • Mengidentifikasi para korban.
  • Membersihkan puing-puing bangunan dan harta benda yang telah rusak.
  • Membangun tempat tinggal baru untuk para warga yang sama sekali tidak memiliki rumah untuk ditinggali

Dibawah ini merupakan beberapa gambar bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan dunia, beserta dampak-dampaknya:

  

 

 

  

  

  

  

Dari gambar di atas, kita bisa membayangkan bagaimana suasana dan dampak suatu bencana alam. Pastinya tidak ada manusia yang ingin mengalami peristiwa alam yang sangat berbahaya seperti contoh-contoh di atas. Berikut beberapa upaya pencegahan bencana alam:

  • Membersihkan saluran air dari sampah secara rutin.
  • Mengeruk sungai-sungai dari endapan-endapan untuk menambah daya tampung air.
  • Membangun rute-rute drainase alternatif (kanal-kanal sungai baru, sistem-sistem pipa) sehingga dapat mencegah beban yang berlebihan terhadap sungai.
  • Tidak mendirikan bangunan pada wilayah (area) yang menjadi daerah lokasi penyerapan air.
  • Tidak menebangi pohon-pohon di hutan, karena hutan yang gundul akan sulit menyerap air, sehingga jika terjadi hujan lebat secara terus menerus air tidak dapat diserap secara langsung oleh tanah bahkan akan menggerus tanah, hal ini pula dapat menyebabkan tanah longsor.
  • Membuat tembok-tembok penahan dan tanggul-tanggul di sepanjang sungai, tembok-tembok laut di sepanjang pantai-pantai dapat menjaga tingkat ketinggian air agar tidak masuk ke dalam daratan.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Jangan membuang puntung rokok, kaleng gas, atau benda yang mudah terbakar lainnya di hutan.
  • Perhatikan  dan ketahui secara detail kondisi wilayah yang akan kita gali atau bangun sesuatu diatasnya. Jangan memaksa jika pada akhirnya hanya akan memperparah keadaan lingkungan dan menimbulkan bencana.

(Sumber ‘Pencegahan Bencana Alam’ di atas: http://ekookdamezs.blogspot.com/2012/04/makalah-bencana-alam.html )

Tentunya kita tidak ingin bencana-bencana alam seperti ini terjadi lagi, dan kita tidak bisa memutar balik waktu untuk mencegah bencana-bencana tersebut karena baru mengetahui dampak buruknya sekarang. Pada akhirnya, rawat dan peliharalah alam dengan baik, dan sebagai balasannya alam pun juga akan memberikan manfaatnya kepada kita.

(Sumber Tambahan : www.id.wikipedia.org)

robots do have a heart; robots do have a better love story

a 2010 short film titled ‘I’m Here’, written and directed by Spike Jonze. the male lead/robot is played by the new spidey, Andrew Garfield and his love interest, the female robot, is played by Sienna Guillory. it tells a story about Sheldon, a robot with CPU-shaped head who works as a librarian in Los Angeles, and Francesca, another robot whom he once saw in a car while he was waiting at the bus stop. When Francesca sees him for the second time, she offers him a ride, Sheldon starts to question about Francesca’s unusual thoughts, they begin to chat, laughing, and so their love story begins. (don’t trust this bad synopsis. the story actually has more intriguing moments and lots of adorable complications between the two of them. go watch it by yourself and experience the whole story.)

first of all, there’s andrew garfield in the film, and yes it is the main reason why i watch the film. sorry guys, i can’t stop loving his face. and his hair. and his accent. and pretty much everything about him.

i found myself teary while i was watching, which surprised me.

the story is very simple actually, and thank god it is a story about robots. robots are innocent and naive, unlike humans. robots make a decent love story, unlike the humans who tend to make it cheesy with their cliche caused-by-their-own-ego problems. plus the songs in this film are all performed by Sleigh Bells.

if you find yourself questioning: “Why don’t you just buy a new hand or find some help to repair yourself, Francesca? like srsly don’t you have some kind of robot-hospital or something?! Gosh.” at the end of the film, well me too. But then again, none of those heartbreaking love scenes or Sheldon’s heart-melting actions would happen if Francesca did not get into those stupid accidents. so yeah, overall this film tells a different, yet in a good way, love story.

ps: i would still marry you, Andrew, even if you’re a robot.

pps: don’t bother that first ps.

Penyakit Sistem Reproduksi

1. AIDS

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV;atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Para ilmuwan umumnya berpendapat bahwa AIDS berasal dari Afrika Sub-Sahara. Kini AIDS telah menjadi wabah penyakit. AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Tidak disangka ternyata penyakit AIDS yang menakutkan itu sudah menjangkau hampir seluruh propinsi di Indonesia. Sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Jumlah kasus kematian akibat AIDS diperkirakan 5.500 jiwa. Bahkan yang paling menyeramkan penyakit AIDS ini juga menyerang bayi, kaum ibu dan para pelajar.

Hukuman sosial bagi penderita HIV/AIDS, umumnya lebih berat bila dibandingkan dengan penderita penyakit mematikan lainnya. Kadang-kadang hukuman sosial tersebut juga turut tertimpakan kepada petugas kesehatan atau sukarelawan, yang terlibat dalam merawat orang yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).

  • Gejala dan Komplikasi

Berbagai gejala AIDS umumnya tidak akan terjadi pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Kebanyakan kondisi tersebut akibat infeksi oleh bakteri, virus, fungi dan parasit, yang biasanya dikendalikan oleh unsur-unsur sistem kekebalan tubuh yang dirusak HIV. Infeksi oportunistik umum didapati pada penderita AIDS. HIV memengaruhi hampir semua organ tubuh. Penderita AIDS juga berisiko lebih besar menderita kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Biasanya penderita AIDS memiliki gejala infeksi sistemik; seperti demam, berkeringat (terutama pada malam hari), pembengkakan kelenjar, kedinginan, merasa lemah, serta penurunan berat badan. Infeksi oportunistik tertentu yang diderita pasien AIDS, juga tergantung pada tingkat kekerapan terjadinya infeksi tersebut di wilayah geografis tempat hidup pasien.

Komplikasi akibat virus AIDS:

  • Pneumonia pneumocystis (PCP)
  • Peradangan pada kerongkongan
  • Diare Kronis
  • Gangguan pada syaraf (neuropsychiatric sequelae)
  • Kanker dan tumor ganas
  • Penanganan

Sampai saat ini tidak ada vaksin atau obat untuk HIV atau AIDS. Metode satu-satunya yang diketahui untuk pencegahan didasarkan pada penghindaran kontak dengan virus atau, jika gagal, perawatan antiretrovirus secara langsung setelah kontak dengan virus secara signifikan, disebut post-exposure prophylaxis (PEP).PEP memiliki jadwal empat minggu takaran yang menuntut banyak waktu. PEP juga memiliki efek samping yang tidak menyenangkan seperti diare, tidak enak badan, mual, dan lelah.

Penanganan infeksi HIV terkini adalah terapi antiretrovirus yang sangat aktif (highly active antiretroviral therapy, disingkat HAART).Terapi ini telah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang terinfeksi HIV sejak tahun 1996, yaitu setelah ditemukannya HAART yang menggunakan protease inhibitor.Pilihan terbaik HAART saat ini, berupa kombinasi dari setidaknya tiga obat (disebut “koktail) yang terdiri dari paling sedikit dua macam (atau “kelas”) bahan antiretrovirus. Kombinasi yang umum digunakan adalah nucleoside analogue reverse transcriptase inhibitor (atau NRTI) dengan protease inhibitor, atau dengan non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor (NNRTI). Karena penyakit HIV lebih cepat perkembangannya pada anak-anak daripada pada orang dewasa, maka rekomendasi perawatannya pun lebih agresif untuk anak-anak daripada untuk orang dewasa.Di negara-negara berkembang yang menyediakan perawatan HAART, seorang dokter akan mempertimbangkan kuantitas beban virus, kecepatan berkurangnya CD4, serta kesiapan mental pasien, saat memilih waktu memulai perawatan awal.

Berbagai bentuk pengobatan alternatif digunakan untuk menangani gejala atau mengubah arah perkembangan penyakit. Akupunktur telah digunakan untuk mengatasi beberapa gejala, misalnya kelainan syaraf tepi (peripheral neuropathy) seperti kaki kram, kesemutan atau nyeri; namun tidak menyembuhkan infeksi HIV. Tes-tes uji acak klinis terhadap efek obat-obatan jamu menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti bahwa tanaman-tanaman obat tersebut memiliki dampak pada perkembangan penyakit ini, tetapi malah kemungkinan memberi beragam efek samping negatif yang serius.

2. Gonorhea (Kencing Nanah)

Kencing nanah atau gonore (bahasa Inggris: gonorrhea atau gonorrhoea) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan bagian putih mata (konjungtiva). Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa menjalar ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam pinggul sehingga timbul nyeri pinggul dan gangguan reproduksi.

Gonorhea merupakan penyakit infeksi yang menyerang lapisan epitel (lapisan paling atas dari suatu jaringan), bila tidak diobati, infeksi ini akan menyebar ke jaringan yang lebih dalam.
Biasanya membentuk koloni di daerah mukosa, orofaring, dan anogenital.

  • Gejala

Pada pria, gejala awal gonore biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra dan beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih serta keluarnya nanah dari penis. Sedangkan pada wanita, gejala awal biasanya timbul dalam waktu 7-21 hari setelah terinfeksi. Penderita seringkali tidak merasakan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit tersebut hanya setelah pasangan hubungan seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan. Tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina, dan demam. Infeksi dapat menyerang leher rahim, rahim, saluran telur, indung telur, uretra, dan rektum serta menyebabkan nyeri pinggul yang dalam ketika berhubungan seksual.

Wanita dan pria homoseksual yang melakukan hubungan seks melalui anus (anal sex) dapat menderita gonore pada rektumnya. Penderita akan merasakan tidak nyaman di sekitar anusnya dan dari rektumnya keluar cairan. Daerah di sekitar anus tampak merah dan kasar, serta tinjanya terbungkus oleh lendir dan nanah.

Hubungan seksual melalui mulut (oral sex) dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan (faringitis gonokokal). Umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, namun kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan.

Jika cairan yang terinfeksi mengenai mata, maka bisa menyebabkan terjadinya infeksi mata luar (konjungtivitis gonore). Bayi yang baru lahir juga bisa terinfeksi gonore dari ibunya selama proses persalinan sehingga terjadi pembengkakan pada kedua kelopak matanya dan dari matanya keluar nanah. Jika infeksi itu tidak diobati, maka akan menimbulkan kebutaan.

  • Pencegahan

1. Cara yang paling pasti untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks.
2. Berhubungan seks secara monogami, pastikan pasangan tidak terinfeksi.
3. Penggunaan kondom dapat mengurangi risiko penularan penyakit.
4. Pastikan toilet yang digunakan higienis, hindari penggunaan toilet duduk ditempat umum.
5. Segera obati bila ada keluhan seperti diatas.

3. Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri spiroseta, Treponema pallidum.

Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan melalui ibu ke anak dalam uterus).

  • Gejala

Merupakan penyakit menular seksual yang ditandai dengan fase aktif dan diikuti dengan fase laten.
1. [[Masa inkubasi : masa inkubasi terjadi selama 2-6 minggu. Setelah masa itu akan timbul lesi primer disertai dengan pembesaran kelenjar getah bening (Limfadenopati) regional.
2. Tahap sekunder : ditandai dengan lesi kulit secara general atau menyeluruh dan limfadenopati yang juga general.
3. Tahap laten : tahap ini terjadi selama beberapa tahun atau dekade.
4. Tahap tersier : tahap ini terjadi pada 1/3 kasus yang tidak ditangani. Gejala yang timbul yaitu destruksi kulit, muskuloskelet, dan lesi parenkima, aortitis, dan kelainan saraf.

  • Pencegahan

1. Tidak melakukan seks bebas, praktikan seks monogami dengan aman bersama pasangan
2. Memakai kondom mengurangi risiko terinfeksi sifilis.
3. Setiap ibu hamil harus di tes sifilis, agar bila terinfeksi dapat diterapi sesegera mungkin, dan tidak menginfeksi bayinya.
4. Hindari kontak dengan jaringan yang terpapar langsung atau dengan cairan tubuh

4. Herpes Genital

Herpes Genitali adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan.

Saat ini dikenal dua macam herpes yakni herpes zoster dan herpes simpleks. Kedua herpes ini berasal dari virus yang berbeda. Herpes zoster disebabkan oleh virus Varicella zoster. Zoster tumbuh dalam bentuk ruam memanjang pada bagian tubuh kanan atau kiri saja. Jenis yang kedua adalah herpes simpleks, yang disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). HSV sendiri dibedakan menjadi dua jenis, yaitu HSV-1 yang umumnya menyerang bagian badan dari pinggang ke atas sampai di sekitar mulut (herpes simpleks labialis), dan HSV-2 yang menyerang bagian pinggang ke bawah. Sebagian besar herpes genitalis disebabkan oleh HSV-2, walaupun ada juga yang disebabkan oleh HSV-1 yang terjadi akibat adanya hubungan kelamin secara orogenital, atau yang dalam bahasa sehari-hari disebut dengan oral seks, serta penularan melalui tangan.

  • Gejala

Herpes genitalis primer memiliki masa inkubasi antara 3 – 7 hari. Gejala yang timbul dapat bersifat berat tetapi bisa juga tidak tampak, terutama apabila lukanya berada di daerah mulut rahim pada perempuan. Pada awalnya, gejala ini didahului oleh rasa terbakar beberpa jam sebelumnya pada daerah dimana akan terjadi luka. Setelah luka timbul, penderita akan merasakan gejala seperti tidak enak badan, demam, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri otot. Luka yang terjadi berbentuk vesikel atau gelembung-gelembung. Kemudian kulit tampak kemerahan dan muncullah vesikel yang bergerombol dengan ukuran sama besar. Vesikel yang berisi cairan ini mudah pecah sehingga menimbulkan luka yang melebar. Bahkan ada kalanya kelenjar getah bening di sekitarnya membesar dan terasa nyeri bila diraba.

Pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar kelenjar penis, batang penis, buah zakar, atau daerah anus. Sebaliknya, pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora, labia minora, klitoris, malah acap kali leher rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran kencing.

  • Penularan dan Pencegahan

Baik HSV-1 maupun HSV-2 menular melalui kontak kulit, ciuman, hubungan seks dan oral seks. Herpes paling mudah ditularkan pada masa terjadinya luka aktif. Akan tetapi virus juga dapat menyebar selama tidak ada gejala yang tampak, dan ditularkan dari daerah yang kelihatannya tidak aktif. Sebagian besar penularan herpes genitalis ini terjadi melalui kontak seksual. Sulitnya, kadang-kadang penderita tidak sadar bahwa ia sedang kambuh, sehingga dengan melakukan hubungan seks yang tidak terlindungi, ia menularkan virus ini ke pasangannya.

Memang akibat infeksi HSV-2 jarang sampai menimbulkan kematian pada orang dewasa. Namun herpes genitalis perlu penanganan serius, karena selain belum ada obat atau vaksin yang efektif, perkembangan akibatnya pun sulit diramalkan. Infeksi primer dini yang segera diobati besar kemungkinan akan dapat mencegah penyakit ini kambuh, sedangkan infeksi rekuren (ulangan) hanya dapat dibatasi frekuensi kambuhnya.

Suami atau istri dengan pasangan yang pernah terinfeksi herpes genitalis perlu melakukan proteksi individual dengan cara menggunakan dua macam alat perintang, yaitu spermicidal foam (busa pembasmi sperma) dan kondom. Spermicidal foam mampu mematikan virus, sedangkan kondom berfungsi untuk menghambat atau mengurangi masuknya virus. Sementara itu si pengidap harus berusaha menyingkirkan faktor-faktor pencetus seperti yang sudah diungkapkan di atas.

Yang juga dikhawatirkan adalah penularan ibu yang mengidap HSV kepada bayi yang dikandung/dilahirkannya. Bila penularan (transmisi) terjadi pada trimester I kehamilan, hal itu cenderung mengakibatkan abortus. Sedangkan pada trimester II bisa terjadi kelahiran prematur. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita herpes genitalis dapat menderita kelainan yang sangat beragam, mulai dari hepatitis, ensefalitis bahkan bisa lahir dalam keadaan mati.

Selain pencegahan terhadap penularan serta menghindari faktor pencetus bagi penderita, yang perlu juga diperhatikan adalah kondisi kejiwaan bagi penderita herpes genitalis ini. Anggapan bahwa herpes adalah penyakit kotor, tidak dapat disembuhkan, menular dengan mudah, dll, membuat orang yang terkena herpes akan malu dan takut melakukan pemeriksaan dan berobat. Padahal apabila pengobatan dilakukan sedini mungkin, maka penyakit ini lebih bisa dikendalikan.

Sumber Utama: http://id.wikipedia.org

i warn you that this thing will be filled with science stuffs

as you can see from the ‘what is it about’ button, this blog is currently used and prioritized for school assignments(which is actually the reason why i made this blog in the first place), specifically Science assignments. thus, i’ll be submitting my homework or projects that will be given throughout this first semester in here. so there’s a possibility that this thing will be (mostly) filled with long text posts, pictures of human organs (which can be slightly grose), magnet and electricity theories, solar system and all science-related knowledge that are interesting to learn about and are ready to occupy my disorganized brain.

i hope i can do well(and excellently) and hopefully my assignment-posts and performance will result good grades and satisfy those who will read my report card at the end of semester. amen.

happy fasting y’all

a hopefully decent first post

“Sometimes we have thoughts that even we don’t understand. Thoughts that aren’t even true—that aren’t really how we feel—but they’re running through our heads anyway because they’re interesting to think about.”–Thirteen Reasons Why

a quote from a book that i recently read. somehow it represents things that are going through in my head. things that i do not understand but constantly manage to make me think.

maybe it’s because i am questioning and overthinking about too much (unnecessary) things. but i can’t help it. those things are actually very interesting yet also very stupid i must say. idk whether it is a good thing or a bad thing.

the things is, i’ve been saying ‘thing’ ‘and ‘too much’ too much right now. and thus it explains how bad my vocabulary is. and maybe now it’s the right time for me to shut up.

i hope this pointless ramble of mine will be decent enough to be called ‘the very first post of someone’s blog’.

or maybe certainly not.